Pendamba bermadah

Tatkala hujan rintik membasahi sekalian bumi
hati ini mula mengukir kerinduan padamu
diri ini mula mendambakan dirimu
halus tanganmu masih ku rindu
hilai tawamu masih terngiang di telinga mu
kata kata mu masih berlegar di benak ku


kini aku,masih seperti dulu
usah ditanya kenapa aku menjauhi mu
usah dirisau kemana aku menghilang dulu
usah ditagih simpati dari ku
aku tak kan peduli
aku tak kan endah
aku tak kan memikirkannya lagi

hanya satu pintaku berubahlah
kembali lah kepada asalmu
kembalikan dirimu yang pernah aku sayangi dulu
kembali kan kenangan suka duka kita berdua
aku merayu padamu
andai ini suratan perpisahan kita
andai ini takdir yang memutuskan
aku rela
aku pasrah
aku redha

hanya satu pintaku
lupakan aku
lupakan kenangan kita
lupakan segalanya
mulakan hidup barumu
akan ku cipta kenangan baruku
akan ku bina kehidupan ku
supaya aku akan mendapat keredhaan Nya.

5 comments:

  1. wah...kaki CD pon bermadah..keh keh keh

    ReplyDelete
  2. pergh. Bagus. suka karya2 macamni. teruskan pendamba mawar. looking forward or your next post

    ReplyDelete
  3. kim>wei itu kerja lama..haha...bnde ni sebelum cd lagi

    ReplyDelete
  4. faiz:awk di tag..:)

    http://tieka-myblogger.blogspot.com/2011/05/segmen-oreo-hitam-apa-itu-makna.html

    ReplyDelete

Sekuntum Mawar Putih Dari Pendamba
Tanda Keikhlasan Pendamba menerima
bicara hati dari pembaca